5 Tips Manajemen Keuangan Untuk Mengatasi Krisis Covid-19

Pandemi Covid-19 tidak hanya membahayakan jutaan nyawa di seluruh dunia, tetapi juga mulai mengganggu ekonomi global.

Banyak orang kehilangan pekerjaan atau sumber pendapatan, sementara banyak orang lain diminta untuk menerima pemotongan gaji.

Ekonomi telah didorong ke dalam resesi dan keuntungan pasar selama bertahun-tahun yang dibukukan oleh investor terhapus dalam beberapa hari.

Dalam situasi yang begitu sulit, Anda harus mengambil tindakan pencegahan ekstrem untuk melindungi kesehatan dan kekayaan Anda agar tidak terkena dampak buruk dari wabah tersebut.

Dilansir melalui Financial Express, berikut adalah beberapa kiat pengelolaan uang untuk membantu memperkuat keuangan Anda, sehingga Anda dapat keluar dari krisis ini dengan risiko finansial yang minimal

1. Siapkan dana darurat yang memadai.

Memiliki dana darurat yang memadai mungkin merupakan hal terpenting untuk dipastikan selama krisis seperti ini.

Dana darurat dapat menyelamatkan Anda jika sumber pendapatan utama mengalami pengurangan atau jika Anda dihadapi dengan krisis tidak terduga seperti darurat medis.

Beberapa saran memastikan bahwa jumlah dana darurat yang perlu disiapkan setidaknya setara dengan enam bulan pengeluaran. Anda dapat memilih untuk menyimpan dana darurat di rekening tabungan berbunga tinggi atau setoran tetap untuk mendapatkan apresiasi modal.

2. Lakukan langkah-langkah penganggaran yang ketat.

Untuk dapat mengalokasikan lebih banyak uang terhadap komitmen keuangan seperti dana darurat, membayar sewa, cicilan, utilitas, premi asuransi, dan lain lain Anda perlu melakukan langkah-langkah pemotongan biaya yang ketat.

Prioritaskan pengeluaran Anda dan kurangi pengeluaran yang tidak penting.

Untuk saat ini, PSBB mungkin membantu mengurangi pengeluaran tertentu seperti perjalanan harian, dan ini akan membantu dalam meningkatkan tabungan Anda.

3. Utamakan pengeluaran untuk asuransi jiwa dan kesehatan.

Asuransi jiwa akan menyelamatkan anggota keluarga Anda yang menjadi tanggungan jika sewaktu-waktu Anda meninggal.

Demikian pula, pastikan Anda memiliki rencana asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan anggota keluarga tanggungan Anda dengan jumlah pertanggungan minimal Rp100 juta untuk melindungi uang Anda agar tidak terkuras dalam tagihan rawat inap.

Untuk Anda yang mendapatkan manfaat asuransi kesehatan dari kantor tidak ada salahnya berinvestasi pada asuransi lain sebagai bentuk antisipasi jika Anda keluar dari pekerjaan tersebut.

4. Pertahankan investasi penting.

Investasi sangat penting untuk memastikan Anda memenuhi tujuan hidup Anda dan menjaga masa depan keuangan Anda. Namun, beberapa tujuan hidup lebih penting daripada yang lain.

Jadi, jika Anda mengalami krisis uang tunai, lihat apakah Anda dapat mengelola tanpa menghentikan investasi Anda yang penting untuk target prioritas Anda.

Investasi yang kurang penting atau tidak relevan dapat dipangkas atau Anda juga bisa menghentikan sementara reksa dana SIP jika Anda mengalami krisis uang tunai yang parah, dan memulai kembali investasi Anda setelah keuangan Anda stabil.

5. Ajukan pinjaman dengan hati-hati.

Banyak orang menjadi tergoda mengambil pinjaman di tengah ketidakpastian seperti sekarang, tetapi beberapa perencana keuangan menyarankan Anda untuk mengajukan pinjaman jika benar-benar butuh.

Cobalah mengumpulkan uang dari sumber lain seperti dana darurat dan likuidasi investasi yang tidak penting terlebih dahulu.

Selain itu, jangan meminjam berlebihan dan memastikan Anda memiliki rencana yang jelas untuk dapat membayar kembali pinjaman Anda tepat waktu sebelum mendaftar.

entrepreneur.bisnis.com/read/20200616/52/1253277/5-tips-manajemen-keuangan-untuk-mengatasi-krisis-covid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *