• 13 - 15 September 2019
  • Jakarta Convention Center

Pameran Bisnis Ritel hingga Kafe Terbesar Akan Digelar di JCC

Jakarta - Pemerintah Indonesia kini giat mendorong berbagai investasi baik penanaman modal dalam maupun luar negeri, dan transfer teknologi guna memacu pertumbuhan wirausaha demi penguatan perekonomian. Dikutip dari laman Kementerian Perindustrian, saat ini rasio wirausaha di Indonesia masih sekitar 3,1% dari populasi penduduk, dan sedikitnya membutuhkan sekitar 4 juta pengusaha baru.

Guna mendukung program tersebut, Reed Panorama Exhibitions bersama Kamar Dagang & Industri Indonesia (KADIN) dan Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) serta didukung oleh berbagai pihak menghadirkan 3 pameran bisnis sekaligus. Ketiganya yaitu Franchise & License Expo
Indonesia (FLEI), Retail & Solution Expo Indonesia (RSEI) dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBI).

Dalam pameran tersebut terdapat ratusan pelaku usaha baik dari industri waralaba, pendukung usaha retail, kafe dan berbagai peluang usaha lain. Bukan hanya pelaku usaha dari dalam negeri, namun juga ada dari luar negeri.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan pameran ini merupakan upaya berkelanjutan untuk terus mewadahi para pelaku usaha waralaba di Indonesia.

"Kami harap, dengan diselenggarakannya kembali pameran tahunan ini akan terus melahirkan lebih banyak lagi pengusaha baru di Indonesia, khususnya di industri waralaba dan peluang usaha lainnya. Dan lebih jauh lagi terus memberikan kontribusi dalam pertumbuhan sektor perdagangan dan investasi di Indonesia," ujar Benny, dalam keterangan tertulis, Senin (9/9/2019).

Pada 2018, lanjut Benny, bisnis waralaba mencatatkan omzet sebesar Rp 150 triliun. Pencapaian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Setelah berakhirnya tahun politik, dan ditetapkannya pemerintahan yang baru, saya melihat prospek yang baik ke depannya untuk bisnis waralaba. Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh pemerintah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan sektor perdagangan, kami yakin
bisnis waralaba akan terus meningkat," ujar Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Levita Ginting Supit.

Menurut Levita, optimisme ini juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selalu menunjukkan peningkatan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Sebagaimana disebutkan oleh studi dari Oxford Economics, yang memprediksi Indonesia akan menduduki peringkat ke-3 sebagai negara maju yang menguasai perekonomian dunia pada 2028.



Adapun ketiga pameran yang terdiri dari FLEI, RSEI dan CBI tersebut digabungkan dalam satu lokasi di Jakarta Convention Center. Penggabungan ketiga pameran bisnis ini diharapkan dapat menyediakan ekosistem terlengkap dan terpadu (One Stop Business Solution) untuk pengunjung
yang sedang mencari peluang bisnis.

Menurut Levita, FLEI selama 17 tahun selalu menjadi tempat bertemunya para pelaku usaha waralaba, lisensi, peluang usaha dan sektor pendukungnya yang sedang mencari investor, mitra, pelanggan atau pun pembeli dari produk dan jasa yang mereka miliki. Sedangkan RSEI merupakan pameran yang menghadirkan perusahaan yang memproduksi maupun memasarkan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh keperluan usaha retail maupun gerai.

Sementara CBI, merupakan pameran yang menghadirkan para perusahaan yang memproduksi maupun memasarkan segala macam produk, keperluan, dan kebutuhan untuk menjalankan usaha kafe, kedai kopi. Gabungan ketiga pameran bisnis ini akan menampilkan lebih dari 350 merek usaha dari 20 negara antara lain Indonesia, Singapore, Malaysia, Vietnam, Korea, Jepang, Taiwan, Filipina,
Tiongkok, Australia, Amerika Serikat dan lain sebagainya.

Levita menambahkan, sebagai asosiasi yang bersentuhan langsung dengan para pengusaha waralaba di seluruh Indonesia dan regional, pihaknya ingin memajukan dan mempromosikan waralaba lokal ke mata dunia.

"Pameran ini diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk para waralaba lokal untuk menunjukkan merek berkualitas mereka, dan juga untuk membangun kepercayaan investor dalam dan luar negeri akan brand waralaba lokal dan tertarik untuk membuka waralaba kita di negara asal mereka," ujarnya.

Sementara itu, General Manager Reed Panorama Exhibitions, Steven Chwee mengatakan pihaknya mempunyai misi untuk selalu menghadirkan pameran berkualitas internasional untuk exhibitor dan juga calon entrepreneur di Indonesia.

"Potensi bisnis waralaba begitu besar dan kami berharap pameran bisnis ini dapat menjadi ajang bertemunya para pelaku industri, lebih jauh lagi membuka peluang bisnis dan juga kerja sama," ujar Steven.

Tak kalah menarik pada pameran tahun ini adalah hadirnya selebriti tanah air, Wulan Guritno, sebagai salah satu peserta pameran yang akan memperkenalkan bisnis waralabanya. Wulan memandang pameran ini adalah solusi yang tepat untuk mengembangkan usaha waralabanya.
Menurut Wulan, tidak banyak pemilik bisnis waralaba yang mampu memperkenalkan produknya ke banyak pelaku bisnis yang berkualitas. Oleh karena itu, Wulan yang mewakili para peserta pameran FLEI 2019 menyambut positif pameran ini.

"Kami harapkan pameran seperti ini dapat mempertemukan kami dengan calon mitra yang tepat dan juga sebagai wadah yang strategis bagi kami menjalin hubungan yang baik dengan sesama peserta pameran maupun segenap stakeholder di industri ini. Seperti konsultan waralaba, asosiasi, komunitas hingga berbagai pihak lainnya," ujar Wulan.

Selain melihat dan bertemu para pemilik merek-merek besar di bidang waralaba, kafe, hingga peluang usaha lainnya, para pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari pameran. Seperti seminar, talk show, kelas hingga konferensi yang
mengupas isu yang sedang tren di industri waralaba, yakni Indonesian International Franchise Conference (IIFC) 2019.

Senior Consultan sekaligus Founder International Franchise Business Management IFBM, Burang Riyadi mengatakan IIFC merupakan satu-satunya konferensi industri waralaba yang diadakan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini hanya dihadirkan dalam pameran FLEI. IIFC tahun ini akan mengupas isu mengenai 'Success Franchising Through Millennial'.

Menurut Burang, tema ini akan membahas bagaimana perubahan perilaku, kebiasaan, serta minat generasi milenial mempengaruhi berjalannya sebuah bisnis, khususnya waralaba. Selain itu, juga dihadirkan Franchise Classes, dengan topik yang tidak kalah menarik dan sangat berguna bagi para pengunjung.

"Franchising adalah mekanisme berbisnis yang perlu dilandasi dengan keterbukaan, profesionalisme, dan bimbingan dari pihak yang berpengalaman kepada jaringan bisnis yang berkembang. Franchise Class 2019 akan memberikan tips menarik mengenai cara sukses mengembangkan bisnis franchising maupun memilih brand franchise untuk investasi," ujarnya.

Sebagai informasi, pameran bisnis terbesar yang terdiri dari FLEI, RSI dan CBI tersebut akan berlangsung pada 13-15 September 2019 di Hall B, Jakarta Convention Center. Pameran akan dibuka dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi situsnya di
www.franchise-expo.co.id atau follow Instagram

@fleiexpoid

.https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4698729/pameran-bisnis-ritel-hingga-kafe-terbesar-akan-digelar-di-jcc