• 13 - 15 September 2019
  • Jakarta Convention Center

Wajib Diketahui Sebelum Memulai Bisnis, ini 7 Perbedaan Waralaba vs Wiraswasta

AKURAT.CO, Bisnis waralaba dan bisnis pribadi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang harus diperhatikan dalam menentukan bisnis ini selain profit adalah tujuan dari pendirian bisnis tersebut. Sebelum akhirnya kamu memutuskan memilih salah satunya, ada baiknya kamu mulai melihat perbedaannya.

Dilansir dari beberapa sumber, AKURAT.CO mengumpulkan beberapa perbedaan antara bisnis waralaba dan menjadi wiraswasta.

1. Kepemilikan

Dari sisi kepemilikan, tentu waralaba menjadikanmu bukan pemilik sepenuhnya bisnis yang akan kamu bangun tersebut. Yang kamu berhak miliki hanyalah dari keuntungannya saja. Tetapi, setiap waralaba memiliki aturannya sendiri. Jika bisnis pribadi, maka bisnisnya menjadi milikmu sepenuhnya.

2. Reputasi

Hal yang dibeli oleh pebisnis adalah Reputasi dan Merek Dagang. Pemilik waralaba tentu sudah memiliki Reputasi dan popularitas brand yang telah teruji. Maka dari itu, kamu tidak lagi perlu repot untuk memikirkan tentang promosi atau pemasaran. Ketika kamu membangun sendiri, maka kamu yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Reputasinya.

3. Strategi bisnis

Bisnis waralaba sangat bergantung dengan konsep si franchisor (pemilik waralaba), bahkan beberapa waralaba juga mengatur training yang harus diikuti oleh para pegawai dari bisnis waralaba tersebut. Hal ini juga bisa menjadi keuntunganmu karena sudah diatur oleh franchisor. Jika kamu memilih untuk membangun bisnis sendiri, kamu perlu mengurus segalanya dari awal.

4. Modal

Salah satu hal utama yang membuat banyak pebisnis mengurungkan niat ketika akan memilih waralaba adalah biaya awal atau modalnya yang cukup tinggi. Bahkan, biaya royalti yang harus dibayarkan ada juga yang masih cukup tinggi. Hal ini tidak akan ada jika kamu membangun bisnismu sendiri.

5. Keuntungan

Keuntungan yang kamu dapat dari bisnis sendiri bisa sampai tak terbatas karena kamu memilki wewenang penuh atas produk yang kamu miliki, bahkan dari sisi harga jualnya. Hal ini tentu berbeda dengan waralaba. Karena sistem dan produknya dari franchisor, kamu juga harus mengikuti aturan harganya juga. Jika kamu ingin untung lebih, tentu kamu juga harus memikirkan strategi promosi tambahan yang kamu perlukan.

6. Potensi konflik

Konsep waralaba dalam bisnis memiliki potensi konflik yang lebih besar dari bisnis yang dibangun sendiri. Pasalnya konsep ini sangat mengandalkan perjanjian kerja sama. Sedangkan pada wiraswasta, pebisnis tidak akan memiliki konflik dengan pihak luar, konflik biasanya ditemui dari dalam, dan relatif mudah untuk diselesaikan.

7. Supplier

Demi keuntungan yang sebesar-besarnya, pebisnis akan memasok dari supplier yang paling terjangkau. Bahkan, ada pula yang menerapkan sistem pasokan dari supplier yang berbeda-beda. Hal tersebut tidak dapat dilakukan ketika berbisnis dengan konsep waralaba karena kamu hanya akan menerima pasokan dari satu sumber, yaitu hanya dari franchisor.

Jika kamu memang memiliki dana lebih tetapi tidak punya waktu untuk mengembangkan bisnis, maka langkah paling tepat adalah berbisnis waralaba. Tetapi, jika dana yang dimiliki masih terbatas dan memiliki waktu luang untuk mengembangkan bisnis, maka berwiraswasta adalah pilihan terbaik.

https://akurat.co/ekonomi/id-803453-read-wajib-diketahui-sebelum-memulai-bisnis-ini-7-perbedaan-waralaba-vs-wiraswasta


Open chat