• 13 - 15 September 2019
  • Jakarta Convention Center

Wajib Sertifikasi Halal Akan Memberatkan Bisnis Waralaba Makanan

Ketua Umum Waralaba dan Lisensi Indonesia, Levita Supit Ginting mengatakan kewajiban menerapkan sertifikasi halal, yang akan berlaku pada 17 Oktober 2019 akan menimbulkan dilema bagi bisnis model waralaba.

Ia mengatakan dirinya bukan tidak setuju dengan kewajiban tersebut, namun wajibnya serfitikasi halal juga harus bisa mengakomodasi jenis bisnis waralaba yang menggunakan sistem Standard of Operating (SOP).

"Bisnis warlaba itu butuh waktu yang panjang untuk sertifikasi halal. Semua di cek kecap garamnya, kita kan gatau kecap ini halal atau haram? kalo diganti ini akan mengubah rasa dari ketentuan SOP franchisor, ini menjadi dilema karena mendapat rasa berbeda padahal satu franchise," ucapnya saat acara diskusi di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dia mengatakan sertifikasi halal bagi waralaba besar hal itu tidak masalah, namun jika membuka waralaba kecil maka ini akan kesulitan bagi mereka sebab membutuhkan waktu yang lama.

"Ini kan beda bukan industri makanan olahan tapi waralaba yang ada standar. Restoran besar ini ngga masalah ya, tapi diluar itu ini terutama UMKM ini masalah," katanya.

Untuk itu ia mengatakan dalam waktu transisi dari 5 tahun yang dimulai per 17 oktober untuk mewajibkan semuanya halal, pemerintah perlu merinci serfitikat halal untuk UMKM dan waralaba kecil.

"Pelaku franchise saja menyumbamg Rp200 triliun untuk Indonesia, jangan sampai karena ini menurunkan omset kita," katanya.

https://akurat.co/ekonomi/id-779978-read-wajib-sertifikasi-halal-akan-memberatkan-bisnis-waralaba-makanan